Apa gunanya berjuang mati-matian menapaki jalur karier konvensional jika jalan itu tak lagi menjanjikan kepastian, makna, atau relevansi?
Di tengah dunia kerja yang terus berubah, banyak profesional muda tetap merasa terperangkap dalam jalur karier “yang itu-itu saja”—menanjak secara linier, berpindah antarperusahaan dengan fungsi yang sama, dan mengejar promosi seperti mengejar check-list. Padahal, seperti yang diceritakan dalam buku *Passion & Purpose*, realitas bisnis hari ini menuntut kita untuk lebih lentur dan terbuka mengeksplorasi jalan alternatif menuju makna dan dampak.
Umaimah Mendhro, seorang pemimpin lintas sektor dan pendiri dreamfly.org, adalah contoh nyata. Alih-alih berjalan lurus dalam satu jalur korporat, ia menyeimbangkan kariernya di Microsoft dengan membangun sekolah di desa Akri, Pakistan. Ia menulis, *“We must find our way to our vision through our own crooked path, exposing possibilities we never imagined might exist.”* (Coleman, Gulati & Segovia, *Passion & Purpose*). Jalurnya tak konvensional, penuh liku dan tak terduga, namun di sanalah ia menemukan ruang untuk tumbuh, berkontribusi, dan menciptakan visi yang lebih besar dari dirinya sendiri.
Apa yang membuat kita takut mencoba jalur tak lazim? Biasanya, itu soal validasi eksternal: gelar, jabatan, reputasi. Tapi dunia saat ini lebih menghargai orisinalitas, keberanian menggabungkan peran, dan keunikan kontribusi. Kita melihat sendiri bagaimana para tokoh dalam buku ini justru menemukan “purpose” mereka lewat pengalaman yang hibrida—antara bisnis dan nirlaba, antara teknologi dan seni, antara gaji dan pengabdian.
Jadi, daripada bertanya, “Apakah ini jalur yang benar?”, mungkin saatnya kita bertanya, “Apakah ini jalur saya?”. Jalur yang mungkin tidak lurus, tidak mapan, tidak disetujui semua orang—tapi justru memberi ruang untuk mengeksplorasi siapa kita sebenarnya, dan apa kontribusi terbaik kita.
Jika Anda mulai merasa jalur karier Anda terlalu sempit untuk mimpi Anda yang besar, jangan abaikan perasaan itu. Cobalah menoleh ke samping, bereksperimen, atau bahkan melompat keluar dari peta. Temukan jalur yang mungkin tampak “crooked”, tapi penuh potensi tersembunyi. Karena mungkin saja, di luar jalur lurus itulah Anda akhirnya menemukan jalan Anda sendiri—dan dunia menanti Anda di sana.